"SELAMAT DATANG DI TIM PAK SMA N 1 GRINGSING, RUANG UNTUK BELAJAR DAN BERBAGI INFO TENTANG SEMUA HAL YANG BERKAITAN DENGAN PENETAPAN ANGKA KREDIT GURU "

UJIAN PRAKTIK KOLABORATIF MAPEL MATEMATIKA PEMINATAN DAN FISIKA

"LAKSANAKAN UJIAN PRAKTIK INI DENGAN PENUH RASA KEGEMBIRAAN DAN SUKA CITA KARENA NILAI UJIAN PRAKTIK INI AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT KELULUSAN "


UJIAN PRAKTIK KELAS XII MIPA

 SMA NEGERI 1 GRINGSING TAHUN PELAJARAN 2022 / 2023

KOLABORATIF MATA PELAJARAN MATEMATIKA PEMINATAN DAN FISIKA

 

 

MENAKSIR KETINGGIAN SUATU OBJEK MENGGUNAKAN ALAT KLINOMETER


    A. Pengertian Klinometer

Klinometer merupakan alat sederhana yang digunakan untuk mengukur sudut elevasi yang dibentuk antara garis datar dengan sebuah garis yang menghubungkan sebuah titik pada garis datar tersebut dengan titik puncak (ujung) suatu obyek. Pada terapannya, alat ini dapat digunakan pada pekerjaan pengukuran tinggi (atau panjang) suatu obyek dengan memanfaatkan sudut elevasi. Klinometer dapat dibuat sendiri dengan menggunakan prinsip pendulum. Pendulum adalah bandul atau pemberat yang bergantung pada seutas tali atau gantungan yang relatif panjang. Adapun cara membuatnya adalah sebagai berikut: (1) potonglah pipa PVC dengan panjang ± 40 cm, (2) gabungkan busur derajat dengan pipa PVC tadi, dan (3) beri seutas tali yang sudah diberi bandul atau pemberat pada busur derajat.

     

B.  Bagian-bagian Klinometer

Seperti instrumen lain pada umumnya, klinometer mempunyai bagian-bagian yang masing-masing memiliki fungsi dan kegunaan. Secara umum, bagian-bagian dari klinometer seperti terlihat pada gambar berikut :


Keterangan:


  1. Pipa pengintai digunakan untuk membidik suatu objek yang ada di langit dengan      bagian datar dari busur derajat.
  2. Bandul digunakan sebagai pemberat, sehingga tali akan selalu terentang dan  mengarah ke bawah.
  3. Busur derajat digunakan sebagai komponen dari klinometer untuk mengukur besar     kemiringan.


LANGKAH - LANGKAH YANG DILAKUKAN SISWA UNTUK MELAKSANAKAN UJIAN PRAKTIK SEBAGAI BERIKUT :

  1. Membentuk kelompok terdiri dari 5 - 6 siswa per kelompok

  2. Membuat 1 buah alat klinometer sederhana untuk dikumpulkan ( dilakukan secara kelompok)
    Cara membuat klinometer sederhana bisa dilihat melalui link video berikut ini :








1.. 3. Tiap siswa mempraktikan cara menggunakan alat klinometer untuk menghitung (menaksir) ketinggian objek ( seperti tiang, gedung atau pohon )

    Untuk menghitung ketinggian objek kalian membutuhkan data-data berikut 
  • Pilih objek yang akan ditaksir ketinggiannya ( bisa tiang, pohon atau Gedung)
  • Jarak antara siswa yang mengukur dengan objek yang akan ditaksir ketinggiannya (menggunakan meteran)
  • Ketinggian dari tanah sampai ke mata siswa yang menggunakan klinometer  (menggunakan meteran)
  • Mengukur sudut elevasi ujung atas objek yang akan ditaksir ketinggiannya (menggunakan klinometer)
2. 4. Dengan menggunakan rumus tangen tiap siswa menghitung (menaksir) ketinggian objek dari data yang diperoleh

Cara mengunakan klinometer dan menghitung (menaksir) dapat dipelajari melalui vidio berikut






 5.Tiap siswa mendokumentasikan semua kegiatan pada langkah 3 dan 4 dalam sebuah video dan diupoad di youtube

6. Tiap siswa membuat laporan semua kegiatan dalam bentuk format yang sudah ditentukan di bawah ini




1.      7. Klinometer yang dibuat secara kelompok dikumpulkan secara langsung, sedangkan Vidio (dalam bentuk link youtube)  dan laporan yang dibuat tiap siswa pada langkah 5 dan 6 dikumpulkan dengan cara mengupload file melalui link form (akan disediakan kemudian) paling lambat tanggal ..... Februari 2023

Pentingnya Mengajarkan Computational Thinking di Sekolah Indonesia

 


 Berpikir komputasional (Computational Thinking) adalah metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika).
Mengapa Computational Thinking Penting Diajarkan?

Berpikir/pemikiran komputasi adalah teknik pemecahan masalah yang sangat luas wilayah penerapannya, bukan hanya untuk menyelesaikan masalah seputar ilmu komputer saja, melainkan juga untuk menyelesaikan berbagai masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan teknik ini para siswa akan belajar bagaimana berpikir secara terstruktur, seperti halnya ketika para software engineer menganalisa kebutuhan dan merencanakan pengembangan software.
Teknik berpikir Computional Thinking sebagai sebuah pendekatan sangat penting dikuasai para siswa untuk membantu mereka menstrukturisasi penyelesaian masalah yang rumit. Dimana kecakapan complex problem solving dan berpikir kritis ini merupakan dua keahlian terpenting yang diperlukan pada masa mendatang menurut World Economic Forum. Dengan menguasai kecakapan ini maka para siswa akan lebih siap dalam bertahan dan bersaing di masa mendatang, di era dimana akan hilangnya beberapa profesi yang ada dan era dimana muncul profesi baru.

Computational Thinking dapat digunakan sebagai alat untuk memecahkan masalah yang besar dan komplek.
Computational Thinking terdiri dari 4 bagian:
1. Penguraian(Decomposition)
Memecah masalah yang besar/komplek menjadi masalah yang lebih kecil dan bisa kita kerjakan.
2. Memahami Pola(Pattern Recognition)
Analisa dan cari hal yang berulang.
3. Desain Algoritma(Algorithm Design)
Buat langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sudah dipecah kecil-kecil berdasarkan dari pola-pola yang ditemukan.
4. Abtraksi(Abstraction)
Pisahkan/buang bagian dari masalah yang tidak dibutuhkan dan buat satu solusi yang bisa dipakai untuk menyelesaikan masalah lain yang serupa.
Video berikut adalah salah satu contoh penerapan Computational Thinking: